Tokoh-Tokoh

Ahmad Rifa’I : Alumni Timur Tengah, Pujangga, Tokoh Petani Pemberontak

Ahmad Rifa’I lahir di desa Tempuran, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada tanggal 9 Dzulhijjah 1200 H/1786 M.. Ayahnya bernama Muhammad Marhum – seorang penghulu Landraad Hindia-Belanda. Ia cucu seorang penghulu Semarang, bernama Kyai Abi Syuja’ atau Raden Sucowidjojo. Sejak usia anak-anak ia sudah ditinggal ayahnya, kemudian diasuh oleh kakak iparnya, Kyai Asy’ari di Kaliwungu, Kendal. Melalui kakak iparnya ini, ia memperoleh pelajaran agama dan bahasa, seperti al-Qur’an, Hadist, Fiqh, Nahwu, Syaraf, Badi’, Bayan. Mantiq, dan sebagainya. Dalam usia 30 tahun ia berkesempatan naik haji ke Makkah dan memperdalam pengetahuan agama Islam – selama delapan tahun. Di Makkah, ia belajar dengan Syeikh Ustman, Syeikh al-Faqih Muhammad Ibn Abdul-Aziz al-Jaisyi. Kemudian melanjutkan ke Mesir, belajar dengan Syeikh Ibrahim al-Bajuri, pengarang Kitab al-Bajuri, Syarh Kitab Fathul-Qarib.. Di antara teman-temannya saat menuntut ilmu di Mesir adalah Syeikh Nawawi al-Bantani dan KH Ahmad Kholil, Bangkalan, Madura.

» Read more

H Muchtar Luthfi : Alumni Timur Tengah, Tokoh Pemuda Pejuang

Lahir di Balingka, Bukittinggi, dalam tahun 1900 sebagai anak seorang ulama yang bernama Haji Abdul Latif. Ia menerima pendidikan dasarnya pada sekolah dasar pemerintah dan juga pada berbagai surau. Dalam pertengahan tahun 1920-an ketika orang-orang yang berpartisipasi dalam politik di Minangkabau ia dicurigai oleh pemerintah, Muchtar dengan diam-diam pergi ke luar negeri untuk menghindarkan penangkapan. Hal ini sehubungan dengan publikasi buku kecilnya, berjudul al-Hikmatul Muchtar.. Ia pergi ke Mesir setelah beberapa lama tinggal di Malaya. Oleh karena kesukaran keuangan, ia tidak dapat memasuki lembaga pendidikan tertentu di Mesir itu, dan mengikuti contoh yang dilakukan oleh Jakub dengan banyak berhubungan dengan aktivis-aktivis politik Hizb al-Wathan. Ia juga membantu Jakub dalam Seruan Azhar dan Pilihan Timur. Dalam tahun 1929 ia meninggalkan Mesir, bermukim kira-kira selama dua tahun di Makkah dan kembali ke daerah asalnya, dalam tahun 1931.

» Read more

FOUAD MOHAMMAD FACHRUDDIN : ALUMNI MESIR, TOKOH PEMUDA PEJUANG MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN RI DI LUAR NEGERI 1945-1949

Fouad Mohammad Fachruddin, lahir di Padang, pada tanggal 17 Agustus 1918. Pada mulanya ia sekolah di Frober, suatu lembaga pendidikan setingkat Taman Kanak-Kanak. Kemudian oleh orangtuanya disekolahkan ke Adabiyyah. Menurutnya, sekolah Adabiyyah merupakan sekolah yang pertama diasuh oleh masyarakat dan lahir dari lingkungan Islam, tujuannya antara lain untuk merombak sistem pendidikan tradisional di daerah Minangkabau.

» Read more

Hadji Iljas Ja’kub : Alumni Timur Tengah, bersama Keluarganya Hidup di Pengasingan di Timor

Dilahirkan tahun 1903 di Asam Kumbang, Bayang (Painan), Minangkabau, sebagai seorang anak pedagang tekstil. Ia menyelesaikan sekolah dasarnya pada sekolah pemerintah, kemudian bekerja sebagai calon jurutulis di tambang batubara Ombilin, Sawahlunto, dari tahun 1917 sampai tahun 1919. Ia berhenti oleh karena tidak senang terhadap perlakuan sewenang-wenang yang dilakukan oleh atasannya (orang Belanda) terhadap kuli-kuli tambang itu. Ia kemudian mempelajari agama secara sungguh-sungguh, kemudian pergi ke Makkah dalam tahun 1921 untuk keperluan naik haji dan studi. Dalam tahun 1923 ia melanjutkan belajar ke Mesir mengambil pelajaran di Universitas Mesir, tetapi tidak sebagai mahasiswa penuh. Yang berpengaruh banyak terhadap perkembangannya kemudian adalah latihan dan hubunganya dengan Hizb al-Wathan sebuah partai politik di Mesir yang didirikan oleh seorang nasionalis Mustafa Kamil. Ia sering menghadiri rapat-rapat partai ini dan sering pula hadir dalam diskusi-diskusi informal yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpinnya di kantor partai tersebut. .

» Read more

Page 1 of 4 1234»