Jejak Sejarah

Sejarah Singkat Kerajaan Islam Di Jawa Tengah : Berdasarkan Beberapa Sumber Tekstual

Di Jawa, setelah Kerajaan Majapahit berakhir, maka kerajaan Demak dan para penguasa pesisir Utara Jawa bisa mengkonsolidasikan kekuasaan.  Dan selama kerajaan Demak dan para penguasa pesisir berada pada puncak perkembangannya sesungguhnya para penguasa lokal, yakni Kyai Ageng atau Panembahan  (genry), meskipun mengakui Demak, tetapi mereka tetap berkuasa penuh di wilayahnya (Kartodirdjo, 1988:64).

Kedudukan Demak dalam sejarah perkembangan Islam di Jawa merupakan mata rantai hegemoni politik pemula, yang dilanjutkan oleh Pajang dan selanjutnya oleh Mataram. Dengan mata-rantai pergantian dinasti dan perpindahan keraton pusat ke pedalaman, maka Islam tak lagi hanya bagian dari tradisi pesisir yang maritim, tetapi juga makin menjadi bagian dari realitas sosio-kultural pedalaman, dan mempunyai basis pada pertanian/agraris.

» Read more

MASYARAKAT MUSLIM MASA MAJAPAHIT

Tahun 1292 M di Jawa Timur telah berdiri kerajaan bercorak Hindu-Buddha dikenal dengan nama Kerajaan Majapahit. Kerajaan ini konon berkembang dengan pesat dan berhasil mencapai puncak kemajuannya. Salah satu di antaranya adalah di bidang perdagangan dan pelayaran tingkat Internasional.

 Di antara pedagang yang berkunjung ke pusat-pusat kerajaan tersebut adalah para pedagang Muslim yang diketahui sejak lama mempunyai peranan tidak kecil dalam ativitas perdagangan Internasional di Asia Tenggara dan  Timur Jauh. Mereka berasal dari berbagai negeri seperti Arab, India, Persia, Cina, dan sebagainya. Bukti keberadaan masyarakat Muslim di Jawa Timur antara lain ditemukannya nisan makam Fatimah Binti Maimun, di Leran Gresik. Pada makamnya tertulis angka tahun wafatnya 1082 M.

» Read more

SUMBANGAN TANGERANG DALAM PANGGUNG SEJARAH INDONESIA

Republik Indonesia yang kita cintai ini, telah merayakan HARI KEMERDEKAAN-nya yang ke-66. Kemerdekaan yang kita capai tidak diperoleh dengan cara mudah, apalagi dengan cara pemberian dari negara lain. Perjuangan yang tak kenal henti justru bermunculan di hampir setiap kota. Dan Tangerang, dari masa ke masa telah mencatat sejarahnya sangat gemilang. Tepatnya hari Jum’at petang tanggal 25 januari 1946, telah terjadi peristiwa berdarah di Lengkong atau Serpong.

Dalam bentangan sejarahnya,  lebih-lebih seiring kian berperannya Banten sebagai pusat kekuatan politik - Kesultanan Banten, Tangerang sebagai wilayah garis terdepan harus siap hadapi bangsa Kolonial, Imperialis  : Portugis, Belanda, Inggris.  

» Read more

Page 1 of 2 12»

»